The perk of being me: Unilever Future Leaders’ League 2015

Sebelumnya so sorry kalau postingannya banyak yang gak penting, actually blog ini kayak diary online kali yaa, setelah disadarkan buat menulis hal-hal menarik yang udah gue dapetin.

Disuatu malam yang random, diantara tugas yang menumpuk, di kehidupan tengah malam di dunia maya yang tak henti-hentinya hidup aku tidak sengaja melewati sebuah post yang menegangkan ~so over. Lampu sudah dimatikan, pintu sudah dikunci, susu sudah diminum.

Menyebalkan, memang. Fanspage “Unilever Careers” dengan ratusan ribu likers yang menampilkan selembar shortlisted finalists dari berbagai penjuru Indonesia, kenapa harus tengah malam? Apakah kegembiraan dan penyesalan selalu didukung oleh gelapnya malam? Apa mereka tak pernah terpikirkan kalo kegalauan manusia datang 99% pada malam hari? Anyway itu 99% kegalauan datang malam hari itu based on experience, bukan nyari di Scopus maupun ScienceDirect, so take it easy!

Pastinya kolom disebelah kanan bertuliskan Universitas masing-masing finalis yang notabene selalu di dominasi oleh anak-anak UI, ITB, UGM lagi dan lagi. Dan harus bersaing dengan orang-orang seperti itu lagi dan lagi. Yes, accepted! Ga berharap sama kompetisi satu ini berhubung udah tau pendaftarnya pasti manusia-manusia ambis dengan pengalaman organisasi segudang dan prestasi gemilang. Of course karena selection process nya melibatkan CV, Bisnis model dan essay inovatif. Singkat kata hari itu gak tidur sampe abis subuh. Duh, kepikiran. Kepikiran gimana plan marketing automation atau bahkan analisis market biar gak salah sasaran, atau malah kepikiran gimana nanti jualan Rexona ke orang-orang sensi yang punya Underarm problem atau body odor yang mengganggu terus gue dimaki-maki karena menyinggung perasaannya, terus dibawa ke tempat penjagalan terdekat. Nooooooo! Kepikiran sesuatu hal yang gak penting sih, baca pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya aja katanya seru banget U-Camp nya!

Unilever memiliki 5 Departemen besar yaitu Supply Chain Management, Finance, Marketing, Human Resources, dan Sales. Pertama soksokan mau apply di Supply Chain Management, dengan PD nya membaca soal yang bener-bener out of context dari SCM yang di pelajari di Fasilkom. Kurang lebih pertanyaannya “Apabila kamu menjadi Quality Manager, tolong identifikasi isu kualitas dari Rexona dan silahkan solve problemnya”, akhirnya gue teriak-teriak minta tolong beneran! Engga, akhirnya membuka slide dari awal sampe akhir sampe bolak balik gak nemu, close! Lelah dengan kehampaan ini, kehampaan ide maksudnya! Singkat kata pindah ke Marketing dengan membuat Business Model tentang Marketing Automation Rexona dengan ide yang super hits (Rahasiaa!) yang akhirnya membentangkan karpet merah melenggang ke Final.

Berhari-hari membaca pengalaman-pengalaman mereka di U-Camp tahun-tahun sebelumnya kayaknya seru. Gimana gak seru, bolos kuliah coy seminggu! Ditambah lagi acaranya di Bogor, sudah lama tak menghirup udara sejuk sepoi-sepoi ala gunung *bring me back to Boyolali!


Kekhawatiran satu persatu mulai sirna mendekat setelah hari H mendekat. Dannnnn, the war has just begun!